logo

NAPAK TILAS JEJAK AJARAN VEDA Dan Implementasinya Pada Krama Hindu di Bali

Category:

Description

Judul : NAPAK TILAS JEJAK AJARAN VEDA Dan Implementasinya Pada Krama Hindu di Bali

Penulis : Made Mangku Pastika, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si.

Penerbit : Paramita

Ukuran : 148 mm x 210 mm

Halaman : xxxiv + 636

Isbn : Dalam Pemrosesan

Deskripsi : Buku ini merupakan hasil penelusuran kembali penyebaran Veda atau Hindu pada masa lalu di seluruh  dunia melalui napak tilas atau menyusuri jejak-jejak penyebaran melalui literatu. Hindu adalah nama lain dari Sanatana Dharma yang berarti ‘Kebenaran Abadi’ yang sumber pada  Veda. Banyak bukti yang tertulis di atas batu, daun, kulit, tembaga dan sastra lisan yang menguraikan adanya satu peradaban sangat tinggi yang disebut peradaban Sanatana Dharma. Peradaban ini berkembang di wilaya Lembah Sungai Shindu, kemudian orang asing yang datang ke Lembah Sungai Shindu menjadi Hindu. Maka sebutan peradaban  Sanatana Dharmna yang berada di Lembah SUngai Shindu menjadi peadaban Hindu. Peradaban Sanatana Dharma  atau peradaban Hindu memiliki ciri utama yaitu menerima pluralisme. Artinya Hindu mengakui semua agama benar. Hindu tidak memonopoli kebenaran atau mengklaim sebagai agama paling benar. Hindu bersifat luwes, fleksibel, dan universal. Swami Vivekananda nimita atau umat Hindu Bali menyebutnya dengan jargon desa, kala, patra.

       Swami Candrasekharendra menyatakan bahwa pada zaman dahulu kala, melampui catatan Sejarah, Umat manusia di seluruh dunia hanya mengenal Agama Hindu. Sering dengan perjalanan waktu, akhirnya memudar, tetapi Hindu tidak musnah, Peninggalan-peninggalan Hindu masih dapat ditemukan di berbagai negara. Setiap sudut bumi jika digali akan ditemukan bekas peninggalan peradaban Hindu. Itulah Sanatana Dharma ‘Kebenaran Abadi’ yang senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan ruang, waktu dan keadaan. Oleh karena itu merupakan suatu sikap kenkanak-kanakan jika ada orang yang mendikotomikan antara Hindu Bali dan Hindu India. Agama Hindu memang berasal dari India, kemudian berkembang ke suluruh pelosok dunia dengan sifatnya yang unik, logis, rasional, fleksibel, saintifik, universal senantiasa mampu menyesuaikan dengan kondisi kearifan lokal pada tempatnya berkembang. Itulah Sanatana Dharma atau Agama Hindu yang memiliki nilai abadi.