logo

MAHABHARATA Krishna-Dwaipayana Vyasa SABHA PARVA BUKU 2

Category:

Description

Judul : MAHABHARATA Krishna-Dwaipayana Vyasa SABHA PARVA BUKU 2

Penerjemah : Tjokorda Bagus Putra Marhaendra

Penerbit : Paramita

Ukuran : 180 mm x 255 mm

Halaman : xxiv + 194

Isbn : masih proses

Deskripsi : SABHA PARVA

Pada Adi Parva bagian akhir dinyatakan bahwa Arjuna dan Krishna berhasil menyelamatkan Maya Danava dari semburan Dewa Api (Agni) yang membakar hutan Khandava. Kemudian Maya bertanya kepada Arjuna, apa yang dia lakukan untuk membalas budi baik dari keduanya. Kemudian Arjuna mengarahkan Maya agar melakukan sesuatu bagi Krishna itu sudah cukup.

Krishna, yang tidak ingin mengecewakan niat baik dan tulus putra Diti (Maya), setelah termenung sejenak, kemudian meminta Maya agar membangun sabha istana (balai pertemuan kerajaan). Kemudian Maya merancang dan membangun sabha semegah kedewataan. Dalam empat belas bulan, jadilah sabha megah itu.

Pada saat peresmiannya, diundanglah para raja, brahmana, dan kesatria dari seantero negeri, termasuk Sisupala. Yang menjadi perhatian utama dalam peresmian sabha tersebut adalah kedatangan Maharsi surgawi Rsi Narada, yang menguasai berbagai macam dan jenis ilmu pengetahuan.

Rsi Narada memberikan wejangan kepada Yudhistira sebagai seorang raja. Uraian terperinci mengenai apa dan bagaimana seorang pemimpin negara mengendalikan pemerintahannya, mensejahterakan rakyatnya, dan menghadapi musuh-musuhnya. Narada juga menyampaikan pesan dari Pandu, agar putra tertuanya menjadi kaisar dengan menggelar yajña Rajasuya.

Maka diselenggarakanlah upacara yajña Rajasuya. Pada momen upacara inilah Sisupala harus menerima kematiannya sesuai janji Krishna kepada ibu Sisupala. Juga dimulainya perjudian yang menjadi awal pertikaian antara Pandawa dan Kaurawa, sebagai bibit Bharata Yudha. Vidura telah melihat tanda-tanda kedatangan Kali Yuga.